Kala itu, Saat Aku Terpejam
Bercumbu dengan Sunset dan Warna KeagunganNya
Diatas Pijakan Bukit yang Curam
Memang Benar Tak ada Keindahan Tanpa Pengorbanan
Itulah Yang Dibisikan Angin Yang Dingin
Saat Ia Terus Menerpa TubuhKu
Dengan Gemetar Kengerian Akan Panggilan Kematian
Kemudian Tersadarlah Aku yang Tak dapat Menikmati ini Secara Utuh
Juga Karena Debu yang Tuhan Kirim Bersama Angin
Mendesakku Untuk Meyakini Akan Tiadanya Kenikmatan Abadi
Dan Teruslah Kau Kubur Keberanian Ini Dengan Pasir Mu Tanpa sisa
Hah… Sesalku…
Sungguh Jika Ku Bisa Tuliskan ini pada saat AlamMu MenggodaKu
Setidaknya Angin dan DebuMu dapat terharu
Tentu Saja Agar Berhenti Memisahkan Ku dengan Sunset Mu
Sementera itu, Langitmu Masih Bersolek dengan Warna yang Tak Kuduga
Aku Tetap Sibuk Membenahi Kebekuan ini
Beserta Sepucuk Harapan akan Terulangnya Saat ini
Untuk Melihat Pementasan ini Kembali
Walau Tanpa Kenangan Yang Tak Selalu Indah Seindah Waktu Terjadi
Yogyakarta, 30 Juli 2011.
*Untuk Mencatat Kenangan Yang Belum sempat tercatat Mengenai Keberadaanku Saat Itu. Merbabu