Minggu, 07 Agustus 2011

Sunset Diatas Ketinggian*

Setiap Waktu Kucoba Mengingatnya
Kala itu, Saat Aku Terpejam
Bercumbu dengan Sunset dan Warna KeagunganNya
Diatas Pijakan Bukit yang Curam

Memang Benar Tak ada Keindahan Tanpa Pengorbanan
Itulah Yang Dibisikan Angin Yang Dingin
Saat Ia Terus Menerpa TubuhKu
Dengan Gemetar Kengerian Akan Panggilan Kematian

Kemudian Tersadarlah Aku yang Tak dapat Menikmati ini Secara Utuh
Juga Karena Debu yang Tuhan Kirim Bersama Angin
Mendesakku Untuk Meyakini Akan Tiadanya Kenikmatan Abadi
Dan Teruslah Kau Kubur Keberanian Ini Dengan Pasir Mu Tanpa sisa

Hah… Sesalku…
Sungguh Jika Ku Bisa Tuliskan ini pada saat AlamMu MenggodaKu
Setidaknya Angin dan DebuMu dapat terharu
Tentu Saja Agar Berhenti Memisahkan Ku dengan Sunset Mu

Sementera itu, Langitmu Masih Bersolek dengan Warna yang Tak Kuduga
Aku Tetap Sibuk Membenahi Kebekuan ini
Beserta Sepucuk Harapan akan Terulangnya Saat ini
Untuk Melihat Pementasan ini Kembali
Walau Tanpa Kenangan Yang Tak Selalu Indah Seindah Waktu Terjadi







Yogyakarta, 30 Juli 2011.
*Untuk Mencatat Kenangan Yang Belum sempat tercatat Mengenai Keberadaanku Saat Itu. Merbabu

SELAMAT TINGGAL PENYESALAN

Pada Malam Yang Biasa Saja
Antara Aku dan Banyak Hal Terlewatkan
Seakan Akhirnya Kubuat Tiada Biasa
Ia Menikamku, Merampok Alasan

Sungguh Keji Tatkala Ia Ingin Menghujam
Dengan Pisau Yang Telah Ia Aliri Liurku
Tepat Diubun Syaraf Yang Teryakini Olehnya
Mampu Kacaubalaukan Apapun Saja

Hahahha Kemudian Kuputuskan Untuk Tertawa
Mempermainkan Ia yang Terperangah Curiga
Aku Lupa, Akulah Tuan Penulisnya
Lalu Ini Hanyalah Bualan Sesalmu Katanya

Tentu Tidak, Aku Sengaja Ingin Memanggilmu
Hanya Dengan Ini Kau Datang Atas Keberpuraanku
Memancingmu Untuk Menghabisimu Kataku
Dengan Caraku Dan Oleh Kemauan Bebasku

Ingat, Akulah Tuan Dari Peranakan Mu
Enyahlah Beserta Pisau yang Tertancap Padamu
Lakukanlah Bodoh, Aku Inginkan Itu
Darahmu, Darah Dari Bagian Semangatku






Yogyakarta, 03 Agustus 2011