Antara Aku dan Banyak Hal Terlewatkan
Seakan Akhirnya Kubuat Tiada Biasa
Ia Menikamku, Merampok Alasan
Sungguh Keji Tatkala Ia Ingin Menghujam
Dengan Pisau Yang Telah Ia Aliri Liurku
Tepat Diubun Syaraf Yang Teryakini Olehnya
Mampu Kacaubalaukan Apapun Saja
Hahahha Kemudian Kuputuskan Untuk Tertawa
Mempermainkan Ia yang Terperangah Curiga
Aku Lupa, Akulah Tuan Penulisnya
Lalu Ini Hanyalah Bualan Sesalmu Katanya
Tentu Tidak, Aku Sengaja Ingin Memanggilmu
Hanya Dengan Ini Kau Datang Atas Keberpuraanku
Memancingmu Untuk Menghabisimu Kataku
Dengan Caraku Dan Oleh Kemauan Bebasku
Ingat, Akulah Tuan Dari Peranakan Mu
Enyahlah Beserta Pisau yang Tertancap Padamu
Lakukanlah Bodoh, Aku Inginkan Itu
Darahmu, Darah Dari Bagian Semangatku
Yogyakarta, 03 Agustus 2011
Tidak ada komentar :
Posting Komentar