Jumat, 30 Juli 2010
Wisata Kopi
Dipucuk Mata rantai Menegak Tinggi
Membentang Batas Pagar Industri
Wanita Bercangkul Memungut Padi
Bocah Lusuh Terkapar Kurang Gizi
Pria Malas Mencoba Berpuisi
Berkawan dengan Sangcangkir Kopi
Adios Ibu Pertiwi...
Maaf Nisanmu Kami Tanami
Sebab tak ada Lahan Penunda Mati
Ini Kopiku Kopi Polusi
Ku kecup kunikmati Berulang Kali
Tetap Panas Tersengat Matahari
Sepah Tanpa Cita Rasa Pemberani
Wisata Kopi...
Telah Terpotong Jari-jari Pribumi
Yang kreatif Meracik Imajinasi
Kebun Kulur, 30 Juli 2010
Rabu, 28 Juli 2010
Berpura 9ila
Hujan dibatas waktu Meneguk debu
Menyelinap Jendela Tanpa Kelambu
Ku sentuh Bias MengkisahkanMu
Terlantun kasih berpeluk Kalbu
Menghela nafas Aroma tubuhmu
Terhirup Jauh dari hari Bersamamu
Berdenting nada Pesan Rindumu
Mendekap lembut Mengecup Keningku
Sadarkan Aku untuk Menunggu
Birthplace, bilik tiga 28-07-10
Selasa, 27 Juli 2010
Rindu
Ketika Senja Memantik Angan
Berhias Kabut Mencengkram Ingatan
Dikeluhkannya Kegelisahan Dalam Getaran
Beserta Ketakutan Akan Pohon Kematian
Gemuruh Angin Lemahkan Tegap keperkasaan
Dibalik Saung Bintang Datang Bersama Bulan
Kuratapkan Rindu Pada Wanita Sejuta Kejutan
Meredam Hangat Terangkul Sebuah Bingkisan
Esok Mata Melipat Mimpi
Melihat Merak Sambut Mentari
Sungguh Aku Telah Berjanji
Sampaikan Rindu Tak Kumengerti
Berhias Kabut Mencengkram Ingatan
Dikeluhkannya Kegelisahan Dalam Getaran
Beserta Ketakutan Akan Pohon Kematian
Gemuruh Angin Lemahkan Tegap keperkasaan
Dibalik Saung Bintang Datang Bersama Bulan
Kuratapkan Rindu Pada Wanita Sejuta Kejutan
Meredam Hangat Terangkul Sebuah Bingkisan
Esok Mata Melipat Mimpi
Melihat Merak Sambut Mentari
Sungguh Aku Telah Berjanji
Sampaikan Rindu Tak Kumengerti
Cikasur, 14 Juli 2010
Langganan:
Komentar
(
Atom
)


