Sabtu, 13 Februari 2010

Demokrasikah Kita???


Demokrasi! Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Siapa rakyat itu? Apakah orang-orang berdasi yang bersafari? Ataukah rakyat–rakyat jelata yang dibodohi? Sistem demokrasi kita ini sepertinya memang hanya untuk mereka-mereka yang punya nilai jual tinggi. Mereka yang ber argumen bahwa segalanya adalah uang. Demokrasi dengan sistem pemerintahan yang tidak jelas kemana asas-asas kedemokrasiannya. Dilain pihak mengatakan demokrasi adalah sistem yang mengangkat harkat martabat hak asasi manusia dalam memilih dan menentukan apa yang diinginkan setiap warga negara. hingga Saling gugat! Saling mencemooh! Bebas tanpa batas. Seakan-akan manusia diciptakan memang untuk di salahkan. Tak peduli entah itu sanak saudara, apalagi seorang rival! Aibnya adalah kemenangan bagi musuh-musuhnya. Kapan kita bisa maju Jika kita terus saling menyalahkan. Kapan kita bisa bangkit jika kita saling berebut kekuasaan. Saya menggugat! Karena memang toh! di negeri kita ini tak ada batasan dalam menggugat. Kita bebas menggulinkan siapa saja! Tapi apa yang kita dapat?. Ketika para tokoh papan atas saling memainkan makna demokrasi, ketika tokoh papan atas saling menjatuhkan!. Kita tetap saja susah. Lebih parah lagi! Demokrasi kita para rakyat jelata hanya dihargai segumpal sembako, seutas, sebungkus, seperangkat mungkin! Bahkan terkadang hanya berharga lima ribu perak saja!. Coba kita amati pada masa-masa pemilihan umum, yang katanya kita bebas menentukan dan memilih siapa calon pemimpin kita yang memang benar-benar pantas menjadi seorang pemimpin. Apakah dengan hanya memberi uang SEKECIL lima ribu perak! Seseorang dapat dikatakan pantas menjadi seorang pemimpin? dan itulah kenyataannya, Para rakyat yang masa bodoh! Rela menukarkan hak pilihnya dengan selembar uang lima ribuan! Syukur-syukur bisa lebih!. Apakah ini yang disebut demokrasi? Sepertinya demokrasi kita ini memang telah dirancang bagi para elit politik untuk memainkan panggung sandiwaranya, untuk saling berebut kekuasaan. Yah! Mungkin inilah Indonesia kita dengan sistem demokrasi tidak jelas yang tidak akan pernah ada keseragaman. Karena memang sistem demokrasi akan sulit menemukan titik temu! Dan hingga saat ini pun, saya masih mempertanyakan arti dari kata “untuk rakyat!” apakah untuk rakyat hanya lima ribu rupiah?

Mengenaskan!!!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar