
Demokrasi! Dari rakyat,
oleh rakyat dan untuk rakyat. Siapa rakyat itu? Apakah orang-orang
berdasi yang bersafari? Ataukah rakyat–rakyat jelata yang dibodohi?
Sistem demokrasi kita ini sepertinya memang hanya untuk mereka-mereka
yang punya nilai jual tinggi. Mereka yang ber argumen bahwa segalanya
adalah uang. Demokrasi dengan sistem pemerintahan yang tidak jelas
kemana asas-asas kedemokrasiannya. Dilain pihak mengatakan demokrasi
adalah sistem yang mengangkat harkat martabat hak asasi manusia dalam
memilih dan menentukan apa yang diinginkan setiap warga negara.
hingga Saling gugat! Saling mencemooh! Bebas tanpa batas. Seakan-akan
manusia diciptakan memang untuk di salahkan. Tak peduli entah itu
sanak saudara, apalagi seorang rival! Aibnya adalah kemenangan bagi
musuh-musuhnya. Kapan kita bisa maju Jika kita terus saling
menyalahkan. Kapan kita bisa bangkit jika kita saling berebut
kekuasaan. Saya menggugat! Karena memang toh! di negeri kita ini tak
ada batasan dalam menggugat. Kita bebas menggulinkan siapa saja! Tapi
apa yang kita dapat?. Ketika para tokoh papan atas saling memainkan
makna demokrasi, ketika tokoh papan atas saling menjatuhkan!. Kita
tetap saja susah. Lebih parah lagi! Demokrasi kita para rakyat jelata
hanya dihargai segumpal sembako, seutas, sebungkus, seperangkat
mungkin! Bahkan terkadang hanya berharga lima ribu perak saja!. Coba
kita amati pada masa-masa pemilihan umum, yang katanya kita bebas
menentukan dan memilih siapa calon pemimpin kita yang memang
benar-benar pantas menjadi seorang pemimpin. Apakah dengan hanya
memberi uang SEKECIL lima ribu perak! Seseorang dapat dikatakan
pantas menjadi seorang pemimpin? dan itulah kenyataannya, Para rakyat
yang masa bodoh! Rela menukarkan hak pilihnya dengan selembar uang
lima ribuan! Syukur-syukur bisa lebih!. Apakah ini yang disebut
demokrasi? Sepertinya demokrasi kita ini memang telah dirancang bagi
para elit politik untuk memainkan panggung sandiwaranya, untuk saling
berebut kekuasaan. Yah! Mungkin inilah Indonesia kita dengan sistem
demokrasi tidak jelas yang tidak akan pernah ada keseragaman. Karena
memang sistem demokrasi akan sulit menemukan titik temu! Dan hingga
saat ini pun, saya masih mempertanyakan arti dari kata “untuk
rakyat!” apakah untuk rakyat hanya lima ribu rupiah?
Mengenaskan!!!
Tidak ada komentar :
Posting Komentar